Indahnya Kebersamaan

Oleh : Dr. Ing. Gina Puspita

Poligami walaupun wujud dalam Islam tetapi ia merupakan satu perkara yang terasing dan terpinggir. Seolah-olah ia tidak wujud dalam islam. Siapa yang mengamalkannya dianggap satu kesalahan yang tidak boleh dimaafkan, dipandang serong dan simusuhi. Bahkan dianggap jahat daripada orang yang berbuat maksiat dengan wanita atau lelaki yang bukan suami atau istrinya. Akhirnya umat Islam menentang poligami, sama ada secara langsung ataupun tidak langsung. Bukan saja di kalangan wanita yang menentangnya bahkan sebagian ulama juga ikut dalam barisan penentang poligami. Ada juga ulama yang membolehkan poligami sebagai jalan keluar bagai seorang lelaki tetapi dengan syarat-syarat yang sangat berat, seolah-olah poligami diperuntukkan kepada Rasulullah SAW dan para sahabat saja.

Kalaulah poligami dalam Islam ini tidak dikaji betul-betul kebaikan dan hikmahnya, maka kebanyakan manusia terutama orientalis dan orang isalam yang tidak paham, akan menggagap bahawa poligami ini tidak lain tidak bukan, hanya satu cara bagi lelaki memuaskan nafsu terhadap kaum perempan. Maka timbullah berbagai fitnah terhadap orang yang berpoligami. Tambahan pula bagi orang-orang Islam yang poligami mereka tidak mengikut cara poligami yang sebetulnya yang Rasulullah SAW contohkan, maka timbullah masalah dalam poligami. Antaranya, ketidak adilan, tidak membela, tinggal istri lama dan lain-lain sehingga timbullah masalah masyarakat. Maka buruklah rupa poligami ini walaupun yang sebenarnya hikmahnya sangat besar.

Poligami jadi “buruk” karena orang yang mengamalkannya tidak mengikut cara yang sepatutnya. Hilanglah cantik dan indahnya amalan Islam ini. Lalu bagi yang tidak paham dan juga orientalis, inilah kesempatan bagi mereka untuk menekan, mencemooh dan menghinanya.

Di akhir zaman ini, dimana kita tidak berpeluang bertemu dengan Rasulullah dan tidak pernah hidup bersama Baginda, tetapi kita diberi peluang untuk menghidupkan sunah Rasulullah, termasuk diantaranya mengamalkan poligami. Bahkan ganjaran bagi menghidaupkan satu sunah yang sudah dilupakan orang ialah 1000 pahala mati syahid. Malah Rasulullah pernah menggambarkan, di kala kemerosotan iman berlaku di akhir zaman, wujud sekelaompok berwujud sekelompok manusia bergelar ikhwan. Mereka inilah kumpulan-kumpulan yang menghidupkan sunah-sunah Rasulullah walaupun mereka tidak pernah melihat Rasulullah SAW.

Islam tidak hanya memandang poligami hanya sekadar jalan keluar bagi seorang lelaki atau jalan menyelamatkan seorang wanita, tetapi ia adalah satu cara untuk mendidik para pejuang, para pemimpin, para wanita dalm perjalanannya menuju taqwa dan merupakan asas untuk membangun empayer Islam. Amalan poligami yang dirancang dalam jamaah Islam selain dapat mendidik manusia bajk lelaki maupun wanita, juga dapat menunjukan keindahan poligami, bila ia diamalkan mengikut contoh yang telah dibuat oleh Rasulullah SAW.

Poligami sebenarnya merupakan satu proses tarbiah dan didikan yang cukup hebat. Dari poligamilah timbul kekuatan-kekuatan lain. Melalui poligami, tumbuh sifat-sifat baru pada kita yang dapat menguatkan kita. Contohnya berani, yaitu berani berhadapan dengan istri bila hendak kawin lagi, berani berdepan dengan perilaku dan perasaan istri, berani berhadapan dengan keluarga dan masyarakat. Bahkan ampun maaf, ramai lelaki yang tidak sanggup berpoligami karena takut dengan istri dan keluarga.

Antara sifat lain yang dapatdibina melalui poligami ialah sabar. Poligami menjadi tempat latihan bersabar menghadapi bermacam-macam perilaku dan perasaan istri. Suami akan terlatih bagaimana hendak berpsikologi, berstrategi dan lain-lain. Ini merupakan pengalaman dan pendidikan yang dapat membantu kita menjadi mantap dari segi mental dan spiritual. Hati dan perasaan kita akan terproses sehingga benar-benar dapat membangunkan insaniah kita. Seolah-olah poligami ini adalah riadhah (latihan) hidup bagi akal, fizikal, hati dan nafsu kita.

Gelanggang

Ujian kepimpinan, kesabaran, mujahadah, keadilan serta kejayaannya berteraskan kemantapan keyakinan, minda, ibadah serta tujuan yang jelas dan tepat yang menjurus kepada mendapatkan ridho Allah. Oleh itu seseorang yang berjaya melalui ujian dan cabaran poligami, yang memang sangat sulit dan sukar, baik kepada istri maupun suami, maka untuk memiliki kekuatan yang lain akan jadi lebih mudah.

Ujian kepimpinan sebenarnya bermula di rumah. Seorang suami yang berjaya mendidik serta memimpin istri-istr idan anak-anaknya di rumah untuk dibawa menuju Allah, berarti dia telah berjaya menjadikan rumah tangga sebagai platform mengasah kepimpinan. Kekuatan paling menonjol dan terpenting dalam melaksanakan poligami ialah apabila seseorang itu mampu menyatukan empat orang wanita dan hidup dengan penuh aman damai,berkasih sayang bersatu padu serta bekerjasama dalam merebut cinta Tuha. Betapa indah dan bahagianya rumah tangga ini. Kekuatan inilah yang sudah tidak pada nama-nama masyarakat mahupun pemimpin di dunia hari ini. Malah untuk memimpin satu istri dan beberapa orang anak pun masih ramai yang gagal.

Oleh itu andainya terdapat seorang pemimpin yang terbukti berjaya dalam memimpin kaluarga berpoligami, malah menjadi model serta ikutan kepada pengikut-pengikutnya yang yang akhirnya tercetus satu masyarakat yang berjaya membuktikan keindahan syariat Tuhan dalam poligami, maka sudah tentulah “etnik” ini mempunyai satu kekuatan luar biasa. Jika ujian poligami yang besar itu pun mampu diatasi dangan jayanya, maka hal-hal lain akan menjadi mudah bagi mereka.

Bukan saja bagi suami bahkan istri juga dapat manfaat yang banyak dari poligami. Walaupun mereka terpaksa mengurut-urut dada, memujuk-mujuk hati, terpaksa berkorban perasaan, mereka juga akan mendapat berbagai kekuatan dalam menempuh ujian hidup berpoligami. Di waktu mereka tidak bersama suami, itulah kesempatan bagi mereka untuk lebih mandekatkan dari kepada Allah, sehingga para istri lebih terdidik untuk mencintai Allah lebih daripada mencintai suaminya sendiri. Bila kita mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah, dapatkah cinta dan kasih sayang ini kita bandingkan dengan cinta dan kasih sayang suami yang sementara? Tentu saja tidak dapat

 

Oleh: Ir. Gina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: