TETAP TERSENYUM WALAU COBAAN MENDERU

BERIKUT adalah sebuah kisah yang dinukil dari kitab “Irsyaadul ‘Ibaad Ilaa SabiilirRosyaad” tentang ketabahan seorang ibu dalam menjalani cobaan yang diberikan oleh Allah SWT.Pada satu momen, berkumpullah sahabat-sahabat Rosulullah SAW. Di antara para sahabat Nabi tersebut, ada seorang ibu yang wajahnya terlihat berseri-seri sekali, tidak nampak rasa sedih atau kerutan-kerutan di wajah beliau walau sudah berumur setengah baya. Kemudian dihampiri oleh salah satu sahabat dan sahabat tersebut bertanya:Sahabat: Ibu ini sudah agak tua, tapi wajah ibu masih kelihatan cantik dan berseri-seri. Apa gerangan yang membuat ibu segembira ini?

(Sang ibu tersenyum, lalu beliau menjawab dengan pertanyaan)
Ibu: Adakah kira-kira di dunia ini yang mendapat cobaan dari Allah melebihi saya?

(Sahabat tersebut keheranan dan tidak habis pikir dengan jawaban sang ibu)
Kemudian sang ibu mengisahkan…

Suatu hari ketika beliau mengadakan satu walimah (acara), suami beliau menyembelih seekor kambing di belakang rumah untuk acara tersebut. Penyembelian itu disaksikan oleh 2 anak beliau.

Besoknya, setelah acara selesai, 2 anak beliau mempraktekkan penyembelian tersebut, tapi bukan pada kambing atau ayam, melainkan kakak menyembelih adik. Ya, si adik meninggal seketika karena disembelih oleh kakaknya.

Melihat adiknya meninggal, si kakak ketakutan dan berlari sekencang-kencangnya memasuki hutan belantara.

Sang ayah kemudian bergegas mencari anaknya ke hutan belantara.

Karena tak jua kembali, sang ibu menyuruh anaknya menyusul sang ayah ke hutan belantara dan mendapati pakaian ayahnya berlumuran darah. Sang ayah telah meninggal diterkam binatang buas.

Si anak segera mengambil pakaian ayahnya yang berlumuran darah dan berlari sekencang-kencangnya ke rumah. Akhirnya sampailah ia di pagar rumah dan memanggil sang ibu yang sedang pada saat itu sedang memasak di dapur.

Mendengar teriakan si anak, sang ibu bergegas ke pagar dan mendapati anaknya meninggal di tempat karena keletihan. Dan beliau lupa telah meninggalkan si bayi sendirian di dapur.

Si bayi yang mulai bisa merangkak tersebut meraih panci berisi air mendidih dan tumpah ke tubuhnya. Seketika itu juga si bayi meninggal dunia.

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun… Suami tercinta dan 4 anak yang sangat disayanginya meninggal secara bersamaan.

Inilah cobaan yang diberikan Allah SWT. kepada sang ibu. Beliau menyadari bahwa peristiwa tersebut adalah merupakan cobaan yang diberikan Allah kepada beliau. Allah telah mengambil kembali titipan yang diamanatkan kepada beliau.

Mendengar cerita sang ibu, sahabat cuma bisa terdiam dan memuji ketabahan beliau.

Masya Allah.. Luar biasa ketabahan ibu ini!

Nah, jika dibandingkan dengan cobaan yang menerpa kita, tentulah kita belum ada apa-apanya. Tapi terkadang kita larut dalam kesedihan yang berkepanjangan, bahkan ada yang mengatakan “Tuhan tidak adil.” yikes

Akhirnya, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari cerita tersebut. Amiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: