Menembus Karang Keegoan

Sebagaimana digambarkan Pelzer, selama tidak kurang dari delapan tahun –sejak usia 4 tahun hingga usia 12 tahun- mengalami berbagai siksaan yang sangat brutal dari ibunya sendiri yang menganggap Pelzer hanya sebagai “It”  (benda, seperti meja, kursi, dll) yang bisa diperlakukan dengan seenaknya, meninju, menendang, melemparkan dari atas menggelundung ke dasar tangga, menginjak-injak bahkan mencekiknya sampai nyaris mati. Sebuah kebesaran hati yang mengesankan dari Dave Pelzer bahwa kemudian ia tak sedikitpun menyalahkan sikap The Mother (ibunya) selama 8 tahun itu yang menyebabkan ia tak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu. Hingga akhirnya Pelzer menemukan dirinya sendiri di dalam hati, sampai ia mampu membebaskan (memerdekakan) diri/jiwanya.

 

Bahkan dalam catatan di belakang buku tersebut, Jack Canfield, salah seorang penulis Chicken Soup for The Soul mengatakan bahwa Pelzer adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengembangkan (kedewasaan) diri sendiri, tak peduli pengalaman seburuk apapun yang menimpa diri kita.

Dunia mengenal Nelson Mandela, seorang manusia luar biasa yang lahir dari rahim bumi Afrika. Kekaguman dunia kepada sosok ini semakin kental, ketika di saat bebas dari penjara dan kemudian menjadi presiden, Nelson Mandela memaafkan semua penyiksanya. Meskipun selama 27 tahun ia mengalami penghinaan (dengan kata-kata dan perbuatan), kekejaman dan aniaya yang sulit dilukiskan dengan kata-kata, namun di saat bebas, hal pertama yang dilakukan adalah mencari pegawai penjara yang menyiksanya dan kemudian mengulurkan maaf.

Bangsa Jepang dilanda bencana beruntun : gempa, tsunami dan ancaman nuklir. Dunia menyaksikan bahwa dalam situasi sulit seperti itu, Pemerintah Jepang dan warganya bahu membahu menghadapi bencana tersebut dengan sikap yang dikenal sebagai gambaru, yaitu berjuang dengan segala daya dan upaya ( sabar, tekun, fokus pada sasaran, penuh semangat dan antusiasme ) untuk mencapai yang terbaik.

Mengapa Nelson Mandela mampu menunjukkan sikap yang penuh belas kasih walaupun telah dianiaya? Mengapa bangsa Jepang tidak terjebak dalam sikap mengasihani diri sendiri, bahkan mampu membuktikan sebagai bangsa yang kuat dan beretika?

Dalam buku Mensucikan Jiwa, Said Hawwa menerangkan tentang empat kategori manusia dalam hal kemarahan, yang pertama, seperi ilalang yang cepat tersulut dan cepat pula reda. Kedua, seperti pohon bakau; lambat tersulut dan lambat pula redanya, ketiga, lambat tersulut dan cepat reda. Jenis ini yang paling terpuji, selagi tidak mengakibatkan redanya ghirah dan semangat pembelaan kebenaran. Sedangkan yang keempat, cepat tersulut dan lambat redanya. Jenis ini yang paling buruk.

Berkaitan dengan itu, Imam Ghazali pernah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang mukmin melampiaskan kemarahan. Bahwa kesabaran seseorang memang ada batasnya dan pada saatnya telah melampaui ambang batas itu, sangat wajar bilang seseorang harus marah. Hanya saja, yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengukur kadar marah itu sesuai dengan tingkat kesalahan orang membuat kita marah, selain juga kemarahan yang dilampiaskan masih wajar dan berada dibawah kesadaran yang tinggi. Inilah yang sulit, makanya Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa memaafkan adalah sikap mulia dari seorang mukmin.

Memaafkan, bukan sekedar memberi maaf, jelas perintah dalam surat Ali Imran ayat 134, karena memaafkan bermakna lebih mulia ketimbang memberi maaf. Memaafkan adalah sikap yang diberikan secara ikhlas terlepas orang yang melakukan kesalahan, sikap dan tindak semena-mena, dan atau ketidakadilan itu memintanya atau tidak. Dan sikap memaafkan itu dikatakan Allah sebagai satu sikap orang-orang bertaqwa yang Allah sediakan bagi mereka syurga seluas langit dan bumi.

Bayangkan betapa mulianya orang-orang yang mampu “memaafkan”, karena sikap memberi maaf setelah orang meminta maaf saja sudah sedemikian luhur. Bahwa juga sikap seseorang yang meminta dimaafkan setelah melakukan satu kesalahan pun sudah begitu bagusnya. Sungguh membutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa memaafkan kesalahan orang tanpa menunggu orang memintanya, karena pada saat itu kita telah membunuh kesombongan, dan rasa sebagai orang menang.

Karena jika kita tak mampu melakukannya, dan menelan kemarahan itu karena ketidakmampuan untuk melampiaskannya seketika maka ia akan kembali ke dalam bathin dan menyelinap ke dalamnya lalu menjadi kedengkian. Kata Said Hawwa, makna kedengkian ialah hati senantiasa merasa berat dalam menelan kemarahan, merasa benci kepadanya dan lari darinya. Kedengkian adalah buah dari kemarahan.

Mudah sepertinya untuk mengatakan: maafkan dan lupakan saja. Pada kenyataannya, hal itu nampaknya sulit dilakukan. Lantas, bagaimana caranya agar kita mudah memaafkan seseorang? Pertama, lupakanlah segala kebaikan yang telah kita lakukan, dan ingatlah hanya kebaikan orang lain. Kita sering mengingat kebaikan diri kita sendiri, tapi lupa akan kebaikan orang lain terhadap kita. Justeru sebaliknyalah yang harus kita lakukan. Lebih sering bila kita mengingat orang-orang yang pernah kita bantu, malah justru membuat kita lebih sakit hati. Sekarang, paradigma berpikir itu harus dibalik.

Sikap yang sebaiknya dilakukan seseorang adalah, selain memaafkan adalah meningkatkan kebaikan terhadap orang yang telah berbuat buruk pada diri kita -sebagai bentuk perlawanan terhadap hawa nafsu dan syetan yang selalu membisikkn permusuhan dan dengki dalam hati- maka hal itu merupakan maqam orang-orang yang tergolong shiddiqin (surat al Hadiid), dan termasuk perbuatan orang-orang yang mencapai maqam Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah). Wallahu a’lam bishshowaab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: