Berapa Lama Usia Dendam dan Permusuhan ?

” Sifat seseorang yg sulit memaafkan dan lebih suka menyimpan dendam dan permusuhan,, sbenarnya tertular sifat Iblis ketika dendam pada Adam. Dendam dan permusuhan itu tak pernah hilang dan bahkan makin besar dalam dirinya hingga dendam itu juga di arahkan pada anak keturunan Adam.”

Aku punya dua orang teman yang saling bersahabat.
Yang seorang berperawakan tinggi besar, ia berasal dari Jerman. Seorang lagi kurus dan jauh lebih pendek, berkulit merah serta berambut hitam. Sekitar lima bulan setelah aku mengenalnya, barulah kutahu bahwa ia berasal dari Israel.

Kebetulan keduanya mengerjakan bagian yang nyaris sama dalam pekerjaan dan kantor yang sama pula. Hampir setiap weekend, keduanya beserta keluarga masing-masing berkumpul menikmati akhir pekan bersama entah itu sekadar saling mendatangi rumah, piknik dan makan bersama bahkan sampai bermain water-ski di sebuah teluk di utara Sydney tak jauh dari tempat tinggal mereka.

Menyimak serunya persahabatan antar mereka, aku jadi sering terkagum-kagum betapa persahabatan mereka seperti tak menyisakan dendam tua antar kedua bangsa. Padahal seperti kita ketahui bersama, Jerman dan Israel adalah dua bangsa yang pernah saling bertarung, pihak penindas dan yang ditindas, dan kisah kelamnya menjadi titik hitam dalam khasanah sejarah kemanusiaan manusia. Mungkin saja, ini kemungkinan, kedua orang tua / kakek-nekek mereka pun dulu (yang kubayangkan lahir dan besar pada masa Perang Dunia I) terlibat dalam rasa saling benci serta dendam yang luar biasa besarnya dulu. Atau mungkin pula salah satu saudara si Israel dulu pernah menjadi korban keganasan kamp konsentrasinya Hitler, si pemuka dari Jerman itu.

Kisah tentang persahabatan dua teman baruku di atas pada akhirnya mencelikkan mata hatiku untuk tak hanya puas mengagumi tapi sekaligus menggantungkan berbagai macam tanya terkait tentang dendam, permusuhan serta persahabatan itu sendiri.

Kapan dan seperti apa sebenarnya mata rantai dendam itu akhirnya putus, menghablur dan hilang begitu saja?

Butuh pengorbanan seperti apa dan penyangkalan diri sehebat apa dari masing-masing pihak yang berseteru dan mendendam sehingga dendam bisa disapu bersih dari pelataran hati masing-masing?

Bilakah seorang yang telah menyakiti meminta maaf dan bersahabat dengan orang yang disakiti?
Bilakah seorang yang disakiti memaafkan orang yang menyakiti lalu menerimanya sebagai seorang sahabat?

Bilakah George W. Bush berdamai dengan Osama Bin Laden?
Bilakah George Bush Sr berpelukan damai dengan Saddam Hussein?
Bilakah ratusan ribu (hingga jutaan?) manusia Indonesia yang dulu dicap sebagai “PKI” memaafkan Soeharto dan Orde Barunya?

Bilakah engkau bisa memaafkan ku dan melupakan permusuhan masa lalu,,,?
….
….
….

Bilakah Setan mengaku salah dan kalah lalu menggapai Tuhan untuk bersahabat kembali?
Bilakah Tuhan memaafkan Setan lantas menerima pertemanan itu kembali?

Bilakah? Bilakah? Bilakah?

Selamat berakhir pekan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: